kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekonom Core Beberkan Tantangan Bakal Capres 2024 di Sektor Ekonomi


Senin, 01 Mei 2023 / 18:31 WIB
ILUSTRASI. Pemilu 2024: Mantan Gubernur DKI Anies Baswedan (kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil,


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama-nama calon presiden pengganti Joko Widodo (Jokowi) sudah resmi diumumkan ke publik.

Seperti diketahui, PDI-P mengumumkan Ganjar Pranowo menjadi bakal calon presiden (capres) di Pemilu 2024. Sebelumnya, Nasdem, Demokrat, dan PKS telah mengusung Anies Baswedan menjadi bakal capres untuk Pemilu 2024.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, siapapun presiden yang akan datang memiliki sejumlah tantangan yang menunggu khususnya di bidang ekonomi dalam meningkatkan nilai investasi dalam negeri.

Menurutnya salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan iklim investasi nantinya yaitu memastikan proses transisi ke pemerintahan baru bisa berjalan secara baik.

Baca Juga: Poros Politik Mulai Tersingkap Pasca PDI-P Tunjuk Ganjar Pranowo Bakal Capres 2024

Sebab, beberapa kebijakan pemerintahan saat ini, akan ditentukan oleh pemerintahan yang baru nanti.

"Menurut saya baik Anies maupun Ganjar, punya tantangan yang sama dalam mengambil pucuk kepemimpinan ketika salah satu di antara mereka terpilih nanti," ungkap Rendy pada Kontan.co.id, Senin (1/5).

Rendy mengatakan, banyak pekerjaan rumah bidang ekonomi yang menanti. Termasuk didalamnya misalnya kebijakan aturan turunan dari UU Cipta Kerja dan juga pembangunan IKN yang tengah dilakukan oleh pemerintah.

"Bagaimana, tindak lanjut dari kedua kebijakan tsb, apakah dilanjutkan atau misalnya ada catatan-catatan tertentu," ungkap Rendy.

Sebab, kata Rendy hal-hal tersebut juga akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia kedepanya. Menurutnya dunia usaha akan melihat bagaimana pemerintah menjalankan kebijakan yang telah dibuat dan apakag kebijakan tersebut bisa berkelanjutan.

Sehingga para pelaku usaha mendapat jaminan dalam melakukan investasi pada periode pemerintahan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×