kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Penanganan Kemiskinan Jadi Tantangan Bagi Bakal Capres Pemilu 2024


Selasa, 25 April 2023 / 19:47 WIB
ILUSTRASI. Ekonom menilai, kemiskinan akan menjadi ganjalan bagi bakal calon presiden yang akan maju dalam Pemilu tahun 2024. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PDI P mengumumkan Ganjar Pranowo menjadi bakal calon presiden (capres) di Pemilu 2024. Sebelumnya, Nasdem, Demokrat, dan PKS telah mengusung Anies Baswedan menjadi bakal capres untuk Pemilu 2024.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, kedua Capres yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mempunyai rekam jejak yang relatif sama.

Sebelumnya Anies Baswedan memimpin Jakarta dan Ganjar Pranowo memimpin Jawa Tengah.

“Ada plus minus dari kedua calon tersebut,” ujar Yusuf saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (25/4).

Baca Juga: Ekonom Ingatkan Enam Tantangan Ekonomi Bagi Capres 2024

Menurut Yusuf, sisi plus Ganjar Pranowo adalah dua kali terpilih memimpin Jawa Tengah. Artinya tingkat penerimaan terhadap kinerja Ganjar secara argumen, dapat diterima. Ganjar juga punya pengalaman di pemerintahan dan berasal dari partai terbesar di Indonesia.

Artinya jika terpilih nanti proses politik anggaran dari program beliau seharusnya bisa berjalan lebih mulus.

“Namun demikian, beberapa data sosial kemiskinan terutama di Jateng, dapat menjadi ganjalan nanti,” ujar Yusuf.

Sementara, Yusuf menilai Anies Baswedan mempunyai pengalaman panjang di birokrasi. Selain Gubernur, Anies juga pernah dipercaya menjadi menteri.

Dalam kepimpinannya sebagai gubernur, beberapa perubahan terutama pelayanan publik di DKI Jakarta dilakukan yang dinilai memiliki hasil positif.

Baca Juga: Ganjar Bacapres, PDIP: Akan Ada Deklarasi Parpol Lain Dukung Ganjar

Misalnya, pada masa Covid-19, Anies juga memimpin dan berkolaborasi untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

“Sementara dari sisi minus, beliau meskipun didukung tiga parpol, tapi dengan sisa lawan yang menduduki kursi yang tidak sedikit di DPR ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri ketika beliau mengajukam program beliau nantinya,” terang Yusuf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×