kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Ekonom CELIOS Soroti Tren Food Delivery di Tengah Pelemahan Daya Beli Masyarakat


Rabu, 30 September 2026 / 17:16 WIB
Ekonom CELIOS Soroti Tren Food Delivery di Tengah Pelemahan Daya Beli Masyarakat
ILUSTRASI. Layanan pesan antar (KONTAN/Muradi)


Reporter: Genta Disa | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID JAKARTA. Nilai transaksi layanan pesan antar makanan atau food delivery di Indonesia terus membesar. Namun, tingginya transaksi tersebut tidak otomatis mencerminkan daya beli masyarakat yang kuat.

Di tengah tekanan konsumsi, layanan food delivery justru ditopang promo, penghematan biaya transportasi, hingga fasilitas paylater.

Berdasarkan laporan Momentum Works, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) layanan food delivery di Indonesia mencapai US$ 6,4 miliar atau sekitar Rp 100 triliun tahun lalu.

Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar food delivery terbesar di Asia Tenggara.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, besarnya GMV tersebut perlu dilihat lebih dalam karena tidak serta-merta menunjukkan adanya surplus pendapatan di masyarakat.

Baca Juga: Menakar Dampak Pengurangan LPG 3 Kg pada 2027 Terhadap Daya Beli Masyarakat

“GMV yang besar belum tentu mencerminkan daya beli yang kuat,” ujar Bhima kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Menurut Bhima, setidaknya ada tiga faktor yang membuat permintaan layanan pesan antar makanan tetap tinggi di tengah tekanan daya beli.

Pertama, layanan pesan antar dinilai lebih efisien dari sisi biaya transportasi. Konsumen dapat menghemat ongkos perjalanan dibandingkan harus datang langsung ke restoran atau tempat makan untuk dine-in.

Kedua, konsumsi masyarakat kelas menengah masih banyak ditopang program promosi. Diskon makanan maupun potongan ongkos kirim membuat layanan pesan antar tetap menarik meski konsumen semakin selektif dalam membelanjakan uangnya.

“Kelas menengah masih berpikir bahwa banyak promo dan diskon dari sisi ongkos kirim yang membuat pesan antar makanan menarik,” terang Bhima.

Ketiga adalah semakin mudahnya akses terhadap fasilitas pembayaran tunda atau paylater.

Baca Juga: Kemenkeu Pastikan Ekonomi Kuartal III 2026 Berdampak ke Daya Beli dan Lapangan Kerja

Menurut Bhima, fasilitas tersebut dapat menjaga transaksi food delivery ketika kondisi keuangan konsumen mulai tertekan, terutama menjelang akhir bulan sebelum menerima gaji berikutnya.

“Ada opsi untuk melakukan pesan antar makanan dengan cara berutang,” kata dia.

Karena itu, Bhima menilai besarnya GMV tidak cukup digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk membaca kekuatan konsumsi masyarakat. Perlu dilihat pula perkembangan basket size atau nilai maupun porsi belanja dalam setiap pesanan.

Jika GMV meningkat tetapi basket size justru menurun, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa pertumbuhan transaksi lebih banyak berasal dari frekuensi pemesanan, promo, atau kemudahan pembiayaan, bukan dari meningkatnya kemampuan belanja konsumen.

Bhima juga mencermati perubahan konsentrasi pasar food delivery yang semakin mengarah kepada kelompok masyarakat menengah atas.

Kelompok ini dinilai masih memiliki kapasitas finansial yang relatif lebih stabil dibandingkan kelompok masyarakat yang daya belinya lebih tertekan.

Baca Juga: Dampak Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Terhadap Daya Beli Masih Terbatas

“GMV yang besar di tengah daya beli masyarakat yang tertekan harus dilihat lebih detail, apakah memang menjelaskan fenomena daya beli atau sekadar fasilitas paylater yang menopang,” tegas Bhima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×