kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom BNI proyeksikan neraca dagang Indonesia surplus US$ 0,92 miliar di April 2020


Rabu, 13 Mei 2020 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Untuk mengatasai dampak pandemi virus corona (COVID-19), Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2020 tentang Penataan dan Penyed


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Negara Indonesia  (BNI) memperkirakan neraca perdagangan posisi bulan April 2020 akan surplus US$ 0,92 miliar.  Ekspor Indonesia bulan April diprediksi akan turun 1,25% secara tahunan. Namun impor akan turun lebih dalam minus 21,88% yoy. 

Menurut ekonom BNI Ryan Kiryanto, penurunan impor di bulan April 2020 terjadi pada impor migas maupun non migas. Hal ini dimana sebagian besar sektor bisnis telah terdampak Covid-19. 

Baca Juga: Neraca perdagangan Indonesia di bulan April 2020 diprediksi bakal surplus

Selain itu, aktifitas industri pengolahan juga mulai menurun akibat  diberlakukannya pembatasan aktivitas di sebagian besar wilayah. 

Demikian juga pada industri transportasi yang menurun drastis, sejak pemerintah mulai membatasi pergerakan manusia dan melarang pulang kampung.  “Di samping itu, anjloknya harga minyak mentah dunia menjadikan nilai impor migas semakin berkurang,” jelasnya kepada kontan.co.id, Rabu (13/5). 

Sedangkan pada kinerja ekspor masih tertahan oleh penurunan permintaan di negara-negara terdampak Covid-19. Selain itu, koreksi harga komoditas juga belum menunjukkan adanya perbaikan.

Baca Juga: Covid-19 hambat distribusi, jadi biang keladi tingginya harga pangan

Ia perkirakan pada bulan April 2020, angka ekspor Indonesia diperkirakan sebesar US$ 12,90 miliar, dan  impor sebesar US$ 12,03 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×