kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Ekonom: BI Rate naik 0,25% sudah tepat


Selasa, 18 November 2014 / 20:37 WIB
ILUSTRASI. Ucapan Hari Raya Waisak 2023 Bahasa Inggris dan Indonesia.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan pada Selasa kemarin (18/11). Dalam RDG tambahan tersebut, BI memutuskan untuk menaikkan BI rate atawa suku bunga sebesar 25 bps atau 0,25% menjadi 7,75% dari sebelumnya 7,5%.

RDG ini dilakukan untuk merespons kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 2.000 per liter yang mulai berlaku sejak Selasa pukul 00.00 WIB. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual berpendapat, langkah BI menaikkan suku bunga 25 bps adalah hal yang tepat.

"BI perlu memberikan sinyal bahwa BI komitmen untuk menjaga ekspektasi inflasi," ujar David ketika dihubungi KONTAN, Selasa (18/11). Dirinya memperkirakan inflasi dalam jangka pendek 2-3 bulan ke depan akan mengarah ke 7,5%.

Adapun BI sendiri memperkirakan tambahan inflasi dengan kenaikan Rp 2.000 per liter adalah sebesar 2,4%-2,8% dengan batas tengah 2,6%.Maka dari itu, hingga akhir tahun BI memperkirakan inflasi akan berada pada rentang 7,7%-8,1%.

Yang diinginkan oleh BI adalah tambahan inflasi yang terjadi dari kenaikan harga Rp 2.000 per liter adalah 2,6% sehingga inflasi hingga akhir tahun bisa sebesar 7,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×