kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.781   86,26   1,51%
  • KOMPAS100 751   15,47   2,10%
  • LQ45 569   12,62   2,27%
  • ISSI 200   1,61   0,81%
  • IDX30 322   6,89   2,18%
  • IDXHIDIV20 397   7,80   2,01%
  • IDX80 85   1,73   2,08%
  • IDXV30 108   1,52   1,44%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Ekonom Bank Permata sebut cadangan devisa tergerus keluarnya modal asing


Rabu, 07 Oktober 2020 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. Karyawan money changer menghitung mata uang dollar US di salah satu money changer di jakarta, Jumat (25/9).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada September 2020 turun US$ 1,8 miliar menjadi US$ 135,2 miliar, setelah mencapai rekor tertingginya di level US$ 137 miliar pada Agustus 2020.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penurunan cadangan devisa pada bulan lalu disebabkan oleh keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia.

“Dari sisi pasar obligasi, tercatat pada bulan September 2020 terjadi outflow dari pasar obligasi sebesar US$ 590,78 juta, sementara itu dari pasar saham, outflow sebesar US$ 1,05 miliar,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (7/10).

Selain itu, senada dengan bank sentral, Josua melihat kalau penurunan cadangan devisa juga diikuti oleh adanya pembayaran utang luar negeri sehingga ikut menekan cadangan devisa.

Baca Juga: Ini alasan cadangan devisa Indonesia bulan September turun US$ 1,8 miliar

Ke depannya, Josua memperkirakan kalau penurunan cadangan devisa berpotensi untuk berlanjut. Apalagi, seiring dengan tekanan yang akan terjadi pada rupiah menjelang pemilihan umum Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, Josua masih optimistis kalau nilai cadangan devisa yang dimiliki oleh Indonesia masih relatif tinggi, yaitu setara 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sehingga, ini masih bisa menjadi buffer untuk mendorong stabilitas nilai tukar serta mendorong stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik.

“Level dari cadangan devisa Indonesia masih cukup aman, apalagi juga ditopang oleh menyusutnya curret account deficit (CAD) Indonesia di saat krisis ini,” tandasnya.

Selanjutnya: Ekonom Bank Permata prediksi cadangan devisa September 2020 kembali meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×