kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Efek Vaksin Booster atas Peningkatan Kadar Antibodi, Ini Hasil Penelitian Kemenkes


Senin, 14 Februari 2022 / 14:06 WIB
ILUSTRASI. Petugas bersiap menyuntikkan vaksin booster Covid-19 kepada warga di Senayan Park, Jakarta, Jumat (11/2/2022). Berapa besar efek vaksin booster terhadap peningkatan kadar antibodi? Ini hasil penelitian Kemenkes. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Di awal 2022, pemerintah memulai vaksinasi booster bagi masyarakat usia di atas 18 tahun. Berapa besar efek vaksin booster terhadap peningkatan kadar antibodi? Ini hasil penelitian Kemenkes.

Mengutip akun Facebook Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemberian vaksininasi booster alias penguat minimal setelah 6 bulan mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua. 

"Pemberian dosis lanjutan ini bertujuan untuk mempertahankan dan memperpanjang kekebalan tubuh, terutama bagi kelompok rentan," sebut akun Facebook Kemenkes, dikutip Senin (14/2). 

Saat ini, total ada 5 kombinasi vaksin booster yang Kemenkes gunkan, baik vaksin primer (homologous) maupun yang berbeda dengan vaksin primer (heterologous).

Baca Juga: 6 Tempat dengan Risiko Terkena Covid-19 Lebih Tinggi, Menurut WHO

Keputusan itu mempertimbangkan ketersediaan vaksin di layanan vaksinasi serta berdasarkan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Beberapa penelitian di berbagai negara menunjukkan, pemberian vaksinasi booster homologous dan heterologous menunjukkan hasil yang baik dalam meningkatkan kadar antibodi.

Sementara penelitian yang Kemenkes lakukan bersama peneliti di Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia memperlihatkan, pemberian setengah dosis vaksin memiliki efektivitas yang relatif sama dengan booster satu dosis. 

Berikut hasil penelitian Kemenkes dengan Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia untuk vaksin primer Sinovac:

Baca Juga: Pasien Covid-19 Belum Dapat WA Layanan Telemedicine Isoman Kemenkes, Sila Cek Di Sini




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×