kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dua pekan lagi, berkas Yusril masuk pengadilan


Jumat, 08 Oktober 2010 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. DLTA Perkuat Segmen Tempat Wisata Golf Indonesia


Reporter: Gloria Natalia | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tak lama lagi berkas dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum atas nama tersangka Yusril Ihza Mahendra segera masuk pengadilan. Kejaksaan Agung berjanji melimpahkan berkas mantan Menteri Sekretaris Negara itu dalam dua pekan mendatang.

Plt Jaksa Agung Darmono mengungkapkan pihaknya sedang melengkapi berkas tersebut dengan keterangan saksi ahli dan Hartono Tanoesoedibjo. “Semuanya akan dilengkapi untuk menyempurnakan berkas itu. Sehingga siap dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya, Jumat (8/10).

Darmono juga berjanji segera memeriksa bos MNC Grup Harry Tanoesoedibjo yang sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Menurut Darmono, bila adik Hartono itu tidak juga datang pekan depan tanpa keterangan maka kejaksaan akan melakukan upaya pemanggilan paksa.

Mengenai saksi meringankan yang diajukan Yusril, Kejaksaan Agung tidak akan melakukan pemanggilan. Sebab, Darmono beralasan nama-nama yang diajukan seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memenuhi kualifikasi sebagai saksi.

Sebelumnya, Yusril mengajukan Presiden SBY sebagai pernah dua kali mengubah Peraturan Pemerintah tentang PNBP di Departemen Kehakiman dan HAM. Salah satunya, pascamajelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkumham Romli Atmasasmita bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada September 2009 silam.

Saat itu, Yusril mengatakan Presiden Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah bahwa biaya akses Sisminbakum masuk PNBP. Keterangan Presiden Yudhoyono, menurut Yusril, dapat menentukan kasus Sisminbakum masuk kategori pidana atau bukan. “Pokoknya berpendapat silakan. Tapi, kami punya suatu keputusan dan itu akan kami laksanakan,” tandas Darmono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×