kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Dua nama baru masuk tim Independen KPK-Polri


Selasa, 27 Januari 2015 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Samsung Galaxy A04


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk tim independen untuk meredakan polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tim ini beranggotakan tujuh orang tokoh nasional.

Tapi tampaknya, kemungkinan besar jumlah anggota tim independen ini bakal bertambah. Setidaknya bakal masuk dua nama lagi untuk melengkapi tim ini.

Namun, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menuturkan kepastiannya masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (Kepres). “Sudah deal (dua nama) tapi tidak ingin mendahului Presiden,” katanya, Selasa (27/1).

Salah satu nama yang kemungkinan masuk dalam tim independen ini yakni Sosiolog Imam Prasodjo. Terlebih, Imam tampak hadir dalam rapat tim tujuh di gedung Sekretaris Negara, siang ini.

Sebelumnya, tim  tujuh ini terdiri dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Oegroseno, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×