kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Dua nama baru masuk tim Independen KPK-Polri


Selasa, 27 Januari 2015 / 15:45 WIB
ILUSTRASI. Samsung Galaxy A04


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk tim independen untuk meredakan polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Tim ini beranggotakan tujuh orang tokoh nasional.

Tapi tampaknya, kemungkinan besar jumlah anggota tim independen ini bakal bertambah. Setidaknya bakal masuk dua nama lagi untuk melengkapi tim ini.

Namun, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menuturkan kepastiannya masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (Kepres). “Sudah deal (dua nama) tapi tidak ingin mendahului Presiden,” katanya, Selasa (27/1).

Salah satu nama yang kemungkinan masuk dalam tim independen ini yakni Sosiolog Imam Prasodjo. Terlebih, Imam tampak hadir dalam rapat tim tujuh di gedung Sekretaris Negara, siang ini.

Sebelumnya, tim  tujuh ini terdiri dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Oegroseno, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×