kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.320   -54,10   -0,85%
  • KOMPAS100 826   -9,36   -1,12%
  • LQ45 628   -5,71   -0,90%
  • ISSI 218   -1,83   -0,83%
  • IDX30 351   -3,13   -0,88%
  • IDXHIDIV20 427   -2,47   -0,58%
  • IDX80 94   -1,01   -1,06%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,67%
  • IDXQ30 111   -0,74   -0,66%

DPR Tebar Ancaman lihat KPK Lamban Usut Century


Senin, 15 Maret 2010 / 14:51 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Lambannya KPK dalam menangani kasus Bank Century membuat DPR menebar ancaman. Wakil Ketua DPR Anis Matta mempertanyakan kinerja KPK yang terkesan lamban dalam menindaklanjuti rekomendasi DPR.

"Lebih lamban dibandingkan mengurus kasus lainnya," ujar Anis di gedung DPR, Senin (15/3). Ancaman yang bisa dilakukan DPR adalah ada dengan pemotongan anggaran untuk KPK pada tahun-tahun mendatang. Karena DPR yang mempunyai wewenang menyusun anggaran bisa melaksanakan ancaman itu.

"Ini menjadi warning untuk KPK," ujar Anis lagi. Menurutnya, tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak segera melanjutkan rekomendasi Pansus Century karena sudah diputuskan dalam Rapat Paripurna DPR.

Ancaman ini juga datang dari Partai Gerindra. Partai oposisi ini sepakat untuk melakukan pemotongan anggaran untuk KPK kalau tidak ada tindakan tegas dari lembaga ini dalam kasus Bank Century. "Karena anggaran itu melihat kinerja. Kalau maksimal, anggarannya juga akan maksimal," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Mantan anggota Pansus Century ini mengaku masih mempercayai KPK. Tapi jika tidak ada langkah KPK melanjutkan kerja Pansus Angket Century, tentu Gerindra akan mengambil sikap tegas."Wajar saja ada reward dan punishment kepada lembaga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×