kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.945   39,00   0,22%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

DPR Soroti Beda Angka Alokasi dan Realisasi Pupuk Subisidi


Rabu, 30 Agustus 2023 / 14:36 WIB
DPR Soroti Beda Angka Alokasi dan Realisasi Pupuk Subisidi
ILUSTRASI. Komisi IV DPR RI menyoroti beda angka antara alokasi dengan realisasi kontrak pupuk subsidi. Beda angka itu yang jadi biang kelangkaan pupuk subsidi.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi IV DPR RI menyoroti beda angka antara alokasi dengan realisasi kontrak pupuk subsidi. Beda angka itu yang jadi biang kelangkaan pupuk subsidi.

Ketua Komisi IV DPR Sudin menyebutkan, pada tahun 2023 Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 7,85 juta ton. Namun berdasarkan kontrak Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dengan Pupuk Indonesia hanya terealisasi 6,68 juta ton.

Menurutnya, perbedaan angka ini yang selanjutnya membuat kelangkaan pupuk subsidi di lapangan. Sebab realisasi pupuknya lebih kecil dari yang dijanjikan Kementan.

"Saya punya datanya, berdasarkan alokasi 2023 ada sebesar 7,85 juta ton sementara berdasarkan anggaran kontrak DIPA antara Pupuk Indonesia dengan Kementan jumlahnya cuma 6,68 juta ton, mana yang benar?," terang Sudin dalam Raker Komisi VI dengan Kementan di Jakarta, Rabu (30/8).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subisidi 936.152 Ton

Merespon hal itu, Dirjen Prasarana dan Saranan Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil membenarkan bahwa realisasi kontrak untuk pupuk subsidi hanya sebesar 6,68 juta ton.

Ia berdalih, kurangnya anggaran Kementan menjadi penyebab lebih rendahnya realisasi pupuk subsidi dengan yang dialokasikan.

"Karena kondisi anggaran kita cuam Rp 25 triliun hanya mampu segitu untuk harga pokok penjualan (HPP) pupuk subsidi," jelas Ali.

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah meminta tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan untuk memenuhi kontrak yang sudah dilakukan dengan Pupuk Indonesia.

Dengan begitu, kata dia, alokasi pupuk subsidi sebesar 7,65 harapanya dapat terealisasi sepenuhnya.

"Sebenarnya pupuk ini sudah disedikan dengan teman-teman Pupuk Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar dari Menteri Keuangan," kata Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×