kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

DPR: Perbankan harus turunkan bunga kredit


Jumat, 11 November 2011 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Kurs pajak hari ini 23-29 Desember 2020, rupiah kembali loyo terhadap dollar AS./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/07/2020.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan menjadi 6%. Wakil Ketua Panitia Kerja Inflasi dan Suku Bunga Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel berharap, bunga kredit perbankan juga turun mengikuti perkembangan BI rate.

"Kami berharap perbankan dan industri keuangan bisa merespons ini dan segera menurunkan suku bunga kreditnya. Ini sangat diharapkan oleh dunia usaha, sektor riil dan masyarakat luas," katanya, Jumat (11/11).

Kemal mengatakan, perbankan harus responsif atas penurunan suku bunga acuan itu. Sebab, dia menilai penurunan suku bunga kredit akan mengakselerasi perekonomian nasional dan sektor riil di tengah resesi.

Jika tidak, dia mengatakan, DPR akan mendorong bank sentral dan BUMN perbankan mengambil langkah-langkah lanjutan. "Komisi XI DPR nanti bisa memanggil BUMN perbankan," tegasnya.

Kemal memperkirakan suku bunga acuan akan bertahan 6% hingga akhir tahun. Sebab, dia menduga inflasi pada akhir tahun akan terkendali dan tetap rendah. Seperti diketahui, pada Oktober lalu terjadi deflasi sebesar 0,12%. Diperkirakan, inflasi di bawah asumsi pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×