kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DPR nilai pemerintah kurang memanfaatkan kunjungan Obama


Rabu, 10 November 2010 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kurang memanfaatkan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Padahal, dia mengatakan SBY bisa memanfaatkan kunjungan Obama untuk melobi langsung hal-hal yang menjadi target dan fokus negara kita terhadap AS.

Harry menilai, pertemuan kedua kepala negara tersebut hanya berlangsung seperti seremoni belaka. Dia mengakui memang ada sejumlah kerja sama. Namun, Harry bilang hal itu bukan hasil pembicaraan langsung antarpresiden. "Pertemuan itu hanya untuk mengumumkan hasil pembicaraan yang dilakukan oleh para pembantu presiden," kata Harry, Rabu (10/11).

Harry mengatakan SBY seharusnya merayu Obama untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara. Tujuannya, agar produk Indonesia semakin banyak beredar di AS. Kemudian, soal kontrak industri yang makin menguntungkan, serta terkait hubungan kerjasama militer dan polisi khususnya dalam peningkatan capacity building.

Dengan tidak memanfaatkan kesempatan itu, Harry menilai SBY telah melewatkan kesempatan langka untuk memperjuangkan target dan fokus perkembangan Indonesia seperti beban utang.

Dia mencontohkan negara lain selalu memanfaatkan kedatangan Obama utuk rapat dengan agenda yang jelas. "Tapi pembantu presiden hanya fokus mempersiapkan bakso dan nasi goreng saja untuk Obama," tandas Harry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×