kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR: KPD Natpac bukti pengawasan BI lemah


Rabu, 03 November 2010 / 17:46 WIB
DPR: KPD Natpac bukti pengawasan BI lemah
ILUSTRASI. Bakso Kemon


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR mempertanyakan pengawasan yang dilakukan Bank Indonesia setelah terkuaknya kasus penjualan kontrak pengelolaan dana (KPD) PT Natpac Asset Management oleh Bank ICB Bumiputera. Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menilai sistem pengawasan perbankan Bank Indonesia masih lemah.

Harry bahkan menuding para pengawas Bank Indonesia tidak menjalankan tugasnya dengan seksama. "Ini semakin menunjukan pesan moral tentang concern dan capability Bank Indonesia yang tidak memuaskan," jelas Harry, Rabu (3/11).

Kasus ini terbetik ketika dana kelolaan KPD Natpac Rp 407 miliar, hanya Rp 53 miliar yang tersimpan di bank kustodian. Belakangan, manajemen Natpac Asset Management mengatakan bahwa mereka sudah menyepakati restrukturisasi dengan nasabahnya sehingga di bank kustodiannya akan tercatat aset dasar KPD sebesar Rp 357 miliar.

Padahal Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Padahal, mulai April 2010 ada aturan baru yang mengharamkan penjualan KPD melalui agen penjual termasuk bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×