Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyiapkan tiga strategi utama untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh lebih kuat dan naik kelas.
Strategi tersebut mencakup penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembiayaan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.
Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan, peran UMKM sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja Indonesia dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Maka itu, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari upaya BI memperkuat perekonomian nasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global.
“Bank Indonesia akan terus berkomitmen mengembangkan UMKM melalui rangka kebijakan yang didukung oleh tiga strategi utama,” ujar Destry dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Siap-Siap, Magang Nasional Angkatan II Akan Segera Dibuka Lagi
Strategi pertama, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing. BI akan menjalankan strategi tersebut melalui 46 kantor perwakilan BI di dalam negeri dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.
Kedua, BI mendorong pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting karena Destry mengakui kredit UMKM saat ini masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia menyebut pertumbuhan kredit UMKM baru mencapai 1,26%. Karena itu, Destry turut mendorong perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit kepada UMKM agar sektor tersebut dapat berkembang dan menyerap lapangan kerja secara optimal.
Ketiga, BI memperkuat literasi dan sinergi ekonomi serta keuangan inklusif dan berkelanjutan yang lebih luas. Strategi tersebut juga dibarengi dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Destry menyampaikan, BI baru saja memperluas kebijakan merchant discount rate (MDR) QRIS 0%. MDR QRIS 0% berlaku untuk transaksi hingga Rp100.000 pada seluruh kategori merchant. Sementara untuk usaha mikro, MDR 0% tetap berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000.
“Kebijakan kami ini adalah menunjukkan keberpihakan, bukan hanya dari Bank Indonesia, tapi ini adalah dari ekosistem sisi pembayaran kita,” jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Larangan Pertalite untuk Desil 9 & 10, Ini Cara Ubah Desil
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













