kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dorong Transisi Energi, Ini yang Dilakukan Pemerintah


Kamis, 26 Mei 2022 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini, pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam implementasi transisi energi.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketahanan energi menjadi salah satu isu utama yang saat ini tengah menjadi pembahasan pemerintah. Hal tersebut karena penyediaan pasokan energi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pasar sebagai bahan bakar dalam kegiatan produksi sehingga  mampu menggerakkan aktivitas perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam mendukung transisi energi yang adil dan berkelanjutan, Indonesia juga telah bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) meluncurkan energy transition mechanism atau mekanisme transisi energi.

Saat ini, pemerintah juga telah menunjukkan komitmen dalam implementasi transisi energi. Salah satunya melalui inisiasi transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu dari tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan upaya diversifikasi berkelanjutan untuk menghindari ketergantungan pada satu komoditas energi saja di tengah ketidakpastian global saat ini.

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Strategi Pendanaan dan Pembiayaan SDGs

Diversifikasi tersebut mencakup transisi hijau yaitu transisi energi dari batubara ke energi bersih yang didukung dengan kebijakan dan pembiayaan yang memadai. Adapun pemenuhan pembiayaan tersebut dilakukan Pemerintah melalui penerbitan obligasi hijau dan sukuk hijau, pembentukan platform blended finance, rencana penerapan carbon pricing, dan penciptaan taksonomi hijau.

“Selain berbagai upaya tersebut, Indonesia sebagai penghasil sumber daya energi juga selalu menempatkan Sustainable Development Goals sebagai pendorong rancangan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional guna mendorong terwujudnya ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan,” tutur Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (26/5).

Di samping itu, komitmen yang kuat untuk mencapai dekarbonisasi dan transisi energi yang adil dan terjangkau juga ditunjukkan dengan peran Indonesia yang akan menjadi pusat manufaktur regional kendaraan listrik di Asia Tenggara pada akhir dekade ini.

Lebih lanjut, Airlangga turut mengajak para pemangku kepentingan, baik swasta, pemerintah, bank pembangunan multilateral, maupun filantropis untuk ikut serta dalam memastikan akses energi yang cukup untuk pembangunan berkelanjutan dalam bentuk pembiayaan dan bantuan teknis.

Baca Juga: Menko Ekonomi: Kebijakan People Firts, Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×