Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mematangkan rencana pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang berfokus pada sektor keuangan sebagai strategi baru untuk menarik investasi sekaligus memperkuat daya saing industri finansial nasional.
Skema ini dirancang berbeda dari konsep family office, dengan mengusung pendekatan ekosistem terintegrasi yang meniru keberhasilan pusat keuangan global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, KEK yang disiapkan bukanlah fasilitas family office seperti yang berkembang di sejumlah negara, melainkan kawasan khusus yang dirancang untuk menampung aktivitas industri keuangan secara menyeluruh.
"Jadi yang mereka bilang itu family office. Sebetulnya bukan, nanti kawasan ekonomi khusus untuk sektor keuangan," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Bukan Family Office, Tapi KEK Sektor Keuangan di Bali
Menurut Purbaya, pemerintah mengacu pada model yang diterapkan di Dubai, yang dinilai sukses menarik institusi keuangan global melalui kombinasi insentif fiskal, kemudahan regulasi, serta infrastruktur pendukung yang kompetitif.
Konsep tersebut memungkinkan terbentuknya klaster industri keuangan yang terintegrasi, mulai dari perbankan, manajemen aset, hingga perusahaan teknologi finansial.
"Yang masuk untuk saya adalah model Dubai. Kita akan kerja dalam waktu dekat. Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk," katanya.
Sebagai pembanding, Dubai mengembangkan kawasan seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) yang menawarkan rezim hukum tersendiri, kepastian regulasi berbasis internasional, serta insentif pajak yang menarik.
Pendekatan ini terbukti efektif menjaring bank global, perusahaan investasi, hingga fintech untuk beroperasi dalam satu ekosistem.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Indonesia Akan Bangun KEK Sektor Finansial Ala Dubai
Purbaya menambahkan, pengembangan KEK sektor keuangan di Indonesia akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto akan memimpin tim lintas kementerian guna mempercepat perumusan kebijakan dan implementasinya.
Secara strategis, kehadiran KEK keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan aliran modal asing, memperdalam pasar keuangan domestik, serta mendorong Indonesia menjadi hub keuangan regional di tengah persaingan dengan pusat keuangan lain di Asia.
Selain itu, skema ini juga berpotensi mempercepat inovasi layanan keuangan, termasuk pengembangan fintech dan produk investasi baru yang lebih kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













