kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

DKI Jakarta berniat bikin holding BUMD


Jumat, 15 Maret 2013 / 14:48 WIB
ILUSTRASI. Anak bosan


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Untuk memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuat induk usaha atau holding bagi BUMD. Hal ini dilakukan untuk menggenjot kinerja BUMD untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pak Gubernur sudah menginstruksikan untuk segera membentuk BUMD holding atau induk BUMD," Kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (15/3).

Basuki menambahkan, selain membentuk holding bagi BUMD, Pemprov akan memerintahkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menganalisa kondisi BUMD yang merugi dan Pemprov memiliki saham yang kecil disana.

"Ketimbang rugi, lebih baik kita mau divestasi saja," ujar Mantan Bupati Belitung Timur ini. Basuki bilang, walaupun sedikit yang merugi, namun Pemprov berniat untuk melakukan divestasi beberapa BUMD diantaranya PT Ratax, PT Pakuan, PT GrahasariIa.

Dengan terbentuknya holding BUMD, Pemprov DKI menargetkan tahun 2017 nanti, setiap BUMD bisa menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp 1 triliun. "Kalau hitungan saya, target itu tak perlu menunggu 2017, kalau dikelola dengan baik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×