kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ditanya DPR, pemerintah siapkan jawaban normatif


Sabtu, 22 November 2014 / 20:32 WIB
Ditanya DPR, pemerintah siapkan jawaban normatif
ILUSTRASI. Tersedia 5 menu pasta terbaru Pastalicious di Promo Pizza Hut sepanjang tahun 2023


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil sudah menyiapkan alasan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kalau ditanya oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sofjan mengungkapkan akan menjawab semua pertanyaan DPR secara normatif.

"Hak DPR bertanya, kewajiban pemerintah untuk menjawab. Kita akan jawab," ujar Sofjan di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Pemerintah yakin dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, pengalihan anggaran dari konsumtif bisa ke arah produktif. Sofjan menegaskan kenaikan harga BBM bersubsidi juga bisa menyelamatkan negara.

"Tentu jawaban yang menunjukkan kenapa itu (harga BBM bersubsidi dinaikan) diperlukan," ungkap Sofjan.

Sofjan mengatakan, saat ini subsidi BBM banyak yang tidak mencapai sasaran.  Dia mencontohkan mengenai 45% irigasi yang rusak sehingga produksi pangan turun. Di sisi lain, dalam 5 tahun terakhir ini subsidi energi mencapai Rp 714 triliun.

"Maka kita akan tergantung kepada impor beras, gula. Karena irigasi tidak ada uang untuk memperbaiki," jelas Sofjan.

Selain itu, ia juga mencontohkan nelayan yang meski ada bbm bersubsidi namun yang sulit mendapatkan BBM. "Mereka (Nelayan) juga harus membayar mahal sekali," kata Sofjan. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×