kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.801   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.111   78,97   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,37   1,09%
  • LQ45 828   6,68   0,81%
  • ISSI 288   3,86   1,36%
  • IDX30 431   4,30   1,01%
  • IDXHIDIV20 516   3,30   0,64%
  • IDX80 128   1,29   1,02%
  • IDXV30 140   0,93   0,67%
  • IDXQ30 140   0,86   0,62%

Distribusi Barang Jadi Kendala Kurang Berefeknya Penurunan BBM


Senin, 12 Januari 2009 / 14:33 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Distribusi barang dan jasa yang buruk menjadi penyebab adanya rigiditas harga. Alhasil, efek penurunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti premium dan solar, tidak bisa diikuti oleh penurunan harga barang dan jasa lainnya.

Untuk itu, pemerintah akan memperbaiki jalur distribusi barang dan jasa agar efek penurunan bahan bakar minyak (BBM) bisa cepat terasa di masyarakat.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta mengatakan butuh enam bulan agar efek penurunan BBM juga bisa berdampak pada penurunan harga barang dan jasa yang lain. "Distribusi harus diperbaiki, karena menjadi akar masalah," kata Paskah di Jakarta, Senin (12/1).

Ia mengakui, dampak penurunan harga BBM untuk menurunkan harga komoditas lain tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan secara gradual dan terjeda. "Butuh enam bulan sehingga penurunan BBM akan terasa, tapi secara gradual ada dampaknya dengan penurunan inflasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×