kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Dirjen Migas: Tidak ada B20, impor migas bisa lebih besar lagi


Kamis, 15 November 2018 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. HARGA MINYAK DUNIA


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor migas kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari sisi nilai, impor migas di Oktober meningkat 26,97% month on month (mom) menjadi US$ 2,91 miliar.

Sementara, dari sisi volume, impor migas tercatat sebesar 4,29 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 20,37% secara mom. Di mana, pada September, impor migas tercatat sebesar 3,56 juta ton.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Djoko Siswanto mengatakan adanya kebijakan perluasan B20 sudah berdampak pada impor migas.

"Kalau program B20 kan terpakai 20%, sekarang kan [implementasinya] belum 100%, masih 90%. Penurunannya sebesar itu. Kalau tidak ada B20, masih harus impor sebesar itu," ujar Djoko, Kamisa (15/11).

Menurut Djoko berpendapat, meski program B20 diberlakukan, tetapi kebutuhan atas migas masih besar. "Kalau tidak ada B20, impornya bisa lebih besar lagi," kata Djoko.

Djoko pun menyinggung penurunan impor migas yang terjadi di September. Menurutnya, naik turun impor adalah hal yang wajar. "Kalau September turun, Oktober naik, November turun lagi, ya memang begitu," tambah Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×