kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Di G20, Indonesia sampaikan pesan ekonomi domestik


Senin, 24 Februari 2014 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. PT Pertamina membuka opsi menggandeng mitra untuk mengakuisisi 35% saham Shell di Blok Masela.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Australia digelar pekan lalu. Indonesia sebagai salah satu negara peserta menyampaikan pesan ekonomi domestik yang menjadi kekuatan perekonomian tanah air harus terus digalakkan.

"Apapun yang terjadi di negara maju kita tidak boleh tergantung mereka," ujar Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Jakarta, Senin (24/2).

Ekonomi domestik masih menjadi pendorong pertumbuhan yang utama. Karena itu, dengan adanya pemilihan umum (pemilu) tahun ini diharapkan meningkatkan konsumsi domestik yang nantinya akan menjaga pertumbuhan pada kisaran 5,8%-6%.

Menurut Anny, arus modal masuk di Indonesia masih baik. Ini yang kemudian mengakibatkan nilai tukar rupiah menguat sedari minggu lalu.

Yang akan didorong pemerintah di tahun ini adalah arus investasi di sektor ril. Perlambatan pertumbuhan yang sudah terlihat sejak tahun lalu akan dijaga agar tidak terus berlanjut.

Kementerian teknis yang terkait seperti Perindustrian, Perdagangan ataupun Pekerjaan Umum (PU) akan dilibatkan untuk mendorong investasi di sektor ini.

"Kalau di portofolio (dana) cepat keluar dan masuk. Masuk ke sektor ril akan lebih baik," tandas Mantan Dirjen Anggaran Kemkeu ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×