kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Di Forum G20, Indonesia Dorong Negara G20 Kurangi Hambatan Usaha dan Investasi


Rabu, 02 September 2026 / 15:07 WIB
Di Forum G20, Indonesia Dorong Negara G20 Kurangi Hambatan Usaha dan Investasi
ILUSTRASI. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Indonesia mendorong negara-negara anggota G20 untuk memperkuat reformasi pro-pertumbuhan dengan mengurangi berbagai hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung saat mewakili Menteri Keuangan dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di Asheville, North Carolina, Amerika Serikat, pada 31 Agustus-1 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Juda menekankan pentingnya reformasi yang berorientasi pada pertumbuhan (pro-growth reforms). 

Baca Juga: Dasar Asumsi Makro Penyusunan RAPBN 2027 Disepakati, Simak Rinciannya

Menurutnya, terdapat tiga area utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi, penguatan kerja sama internasional, serta penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

"Reformasi pro-pertumbuhan perlu diarahkan untuk mengurangi hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber pertumbuhan baru," ujar Juda dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Indonesia, lanjut Juda, turut membagikan pengalaman dalam melakukan penyederhanaan regulasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. 

Pemerintah juga memperkuat sektor keuangan melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Selain itu, Indonesia terus mendorong transformasi struktural melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Baca Juga: Mentan: Metode PM AAS Bisa Dongkrak Produksi Padi hingga 13 Ton Per Hektare

Dorongan reformasi tersebut muncul di tengah kondisi perekonomian global yang dinilai masih menunjukkan ketahanan meski menghadapi berbagai guncangan.

G20 mencatat sejumlah risiko yang masih membayangi prospek pertumbuhan global, mulai dari konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, gangguan rantai pasok, tingginya tingkat utang, hingga meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Di sisi lain, investasi dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, manfaat perkembangan tersebut belum dirasakan secara merata di seluruh negara.

Juda mengatakan reformasi struktural dan pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru. Dalam konteks tersebut, Indonesia juga menilai pemanfaatan AI dan teknologi baru dapat menjadi akselerator pertumbuhan dan produktivitas.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu didukung infrastruktur dasar, sumber daya manusia, serta ekosistem digital yang memadai.

Selain pemerintah, G20 juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga: Beras Sumbang Inflasi, Bulog Usul Salurkan 300.000 Ton Beras Premium

Untuk pertama kalinya, G20 menghadirkan dialog langsung dengan pelaku usaha dari sektor kesehatan, manufaktur, dan jasa keuangan. Keterlibatan dunia usaha tersebut ditujukan untuk memberikan perspektif mengenai faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat investasi dan pertumbuhan.

Indonesia menilai keterlibatan sektor swasta penting agar agenda reformasi dan pertumbuhan dapat diterjemahkan menjadi peningkatan investasi, produktivitas, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×