Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Erwin Rijanto telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) di bidang moneter dan makro-prudensial. Namun, setidaknya dia masih menunggu hingga bulan Juli mendatang untuk aktif bekerja sesuai dengan jabatan yang diembannya.
Masih adanya waktu sekitar tiga bulan tersebut karena masa jabatan dari deputi gubernur yang akan digantikan Erwin, yakni Halim Alamsyah yang masa jabatannya berakhir pada bulan Juli mendatang.
Meski demikian, Erwin sudah ancang ancang untuk melakukan tugasnya sesuai dengan visi dan misi yang dia paparkan pada saat uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan dihadapan anggota komisi XI DPR pada Selasa (20/4) lalu.
Meski tidak merinci, setidaknya ada 3 PR besar yang harus segera diselesaikannya yakni terkait dengan RUU Bank Indonesia, RUU Perbankan dan RUU JPSK. "Ini menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan," kata Erwin, Selasa (21/4).
Hal ini sesuai dengan harapan DPR kepada deputi gubernur yang baru. Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad mengatakan, Erwin cocok memimpin sebagai deputi gubernur BI di bidang moneter dan makro-prudensial karena beberapa hal. Diantaranya terkait dengan pemaparan yang direspon positif oleh anggota komisi XI.
Faktor lain yang menjadikan Erwin memenangkan pemilihan voting adalah pengalaman-pengalamannya sekala Internasional. Pandangan-pandangan terhadap dunia perbankan yang bagus dan mumpumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News