kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Demokrat tuntut Dahlan dan BUMN kirim surat maaf


Kamis, 22 November 2012 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris saat ia menandatangani UU Hari Kemerdekaan Nasional Juneteenth di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Kamis (17/6/2021).


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Meski Dahlan Iskan sudah meminta maaf soal kesalahan penyebutan nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat, namun partai berlambang bintang mercy itu masih tidak terima. Fraksi Partai Demokrat menuntut surat permintaan maaf resmi dari para direksi BUMN dan juga Dahlan Iskan.

Permintaan surat permintaan maaf resmi itu demi membersihkan nama anggota FPD DPR Andi Timo Pangeran yang sempat disebut Dahlan sebagai oknum pemeras BUMN.

"Kami meminta direksi BUMN minta maaf secara resmi. Jika perlu pakai tembusan kepada partai," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustafa di Gedung DPR, Kamis (22/11).

Saan berkata, hingga kini Demokrat belum menerima surat permintaan maaf resmi dari Dahlan. Tapi ia telah mendengar rencana Dahlan untuk memberikan surat permintaan maaf kepada Andi Timo Pangeran.

Selain surat permintaan maaf, Saan juga meminta surat yang menegaskan partainya bersih dari tudingan pemerasan BUMN.

Mengenai tiga anggota PD lainnya yang disebut sebagai pemeras BUMN, Saan menyatakan partainya telah meminta keterangan dari yang bersangkutan. Ketiganya adalah Idrus Sugeng, Achsanul Qosasi dan Linda Megawati.

"Kami memanggil mereka dan meminta klarifikasi. Misalnya Linda, dia mengatakan mereka tidak melakukan apapun. Linda mengatakan datang sewaktu meeting hampir selesai, tapi kok tahu-tahu namanya muncul?" tutur Saan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×