kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Demokrat tetap pede meski ditinggal sendirian


Senin, 12 Mei 2014 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja PT Timah Tbk.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Hingga kini, partai Demokrat belum juga menentukan akan memilih poros mana sebagai kendaraan menghadapi pemilihan presiden nanti. Meski demikian, partai yang berlambang bintang ini mengaku masih tenang, meski sejumlah partai besar sudah membentuk koalisi.

Ketua Harian Demokrat Syarief Hasan mengatakan pihaknya tetap bersabar dalam memilih mitra koalisi. Begitupun jika nantinya karena sikap berlama-lama ini menyebabkan partai lain meninggalkannya. “Saat ini kita sedang mengadu sabar saja,” ujar Syarief, Senin (11/5) di Jakarta.

Namun demikian, Demokrat berjanji akan menentukan langkahnya pada tanggal 18 Mei nanti, setelah dilakukannya rapat pimpinan nasional (Rapimnas). Namun, Syarief belum mau terbuka partai mana saja yang berpeluang besar menjadi mitra koalisinya.

Sejauh ini sudah ada tiga poros yang akan membentuk koalisi, seperti poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Geridnra, dan Partai Golkar. Namun, santer juga terdengar keinginan Demokrat untuk membuka poros sendiri.

Sikap Demokrat ini memang bisa dibilang cukup percaya diri. Namun Syarief bilang, modal 10% suara yang diperolehnya dalam pemilihan legislatif lalu memang cukup untuk Demokrat menentukan posisinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×