kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Demokrat sesalkan kekerasan TNI terhadap wartawan


Selasa, 16 Oktober 2012 / 22:14 WIB
ILUSTRASI. Mengenalkan anak dengan alam


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyesalkan tindak kekerasan terhadap para wartawan yang meliput jatuhnya pesawat jenis Hawk 200 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di kawasan Pasir Putih, Pandau, Kabupaten Kampar, Riau.

Menurut Anas, "Kekerasan terhadap wartawan adalah tindakan yang tidak terpuji. Anti demokrasi dan kebebasan pers," kata Anas melalui akun twitternya @anasurbaningrum, pada Selasa (16/10).

Anas menambahkan, peristiwa kekerasan itu harus diinvestigasi dengan tuntas dan pelakunya diberikan sanksi yang tegas. Tindakan tegas itu diperlukan agar tidak terulang kembali di masa depan.

Seperti diberitakan, lima wartawan dan dua warga sipil dianiaya oleh anggota TNI AU saat hendak meliput jatuhnya pesawat Hawk 200. Para wartawan yang dianiaya adalah Didik dari Riau Pos, Rian Anggoro dari Antara, Robi dari Riau TV, wartawan TV one, dan seorang wartawan yang masih belum diketahui identitasnya.

Salah satu tindakan kekerasan oleh perwira TNI AU terekam video. Rekaman lalu diunggah ke situs YouTube.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×