kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Panglima TNI: Media dilarang liput jatuhnya Hawk


Selasa, 16 Oktober 2012 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Mengonsumsi stroberi, oatmeal, atau jenis makanan lain bisa jadi salah satu cara menurunkan kolesterol.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono menegaskan media dilarang untuk mendekat meski dengan alasan melakukan tugas jurnalistik meliput jatuhnya pesawat tempur jenis Hawk 200 di Riau. Satu alasan yang diungkapkan Agus, demi keselamatan.

"Jangan sampai dia sedang bawa bom, kemudian mendekat meledak kemudian yang disalahkan nanti TNI AU. Demi keselamatan kita semua," ujarnya, Senin (16/10).

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Staf TNI AU (Kasau) Imam Sufaat menjelaskan ada pertimbangan kerahasiaan juga. “Sebetulnya ada kerahasiaannya juga,” ujarnya.

Seperti diberitakan, pesawat tempur Hawk 200 jatuh di jatuh di permukiman Pandau Permai sekitar pukul 09.46, di Desa Pasir Putih, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Pilot pesawat tempur dikabarkan selamat karena menggunakan kursi pelontar saat pesawat hilang kendali. Belum diketahui penyebab pasti dari kecelakaan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×