kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Demi Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pangkas Anggaran Infrastruktur


Rabu, 15 Januari 2025 / 14:02 WIB
Demi Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pangkas Anggaran Infrastruktur
ILUSTRASI. Sejumlah murid menyantap makanan bergizi gratis di TK Merpati Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/1/2025). Demi kelangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ketahanan pangan, pemerintah memilih memangkas anggaran di sektor infrastruktur.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Demi kelangsungan program Makan Bergizi Gratis  (MBG) hingga ketahanan pangan, pemerintah memilih memangkas anggaran di sektor infrastruktur.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengungkapkan meskipun anggaran infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikurangi tidak berarti dinomorduakan

Sebaliknya, pemerintah mengalihkan strategi dengan menggandeng sektor swasta melalui skema seperti Public-Private Partnership (PPP) dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Memulai Simulasi Program Makan Gizi Gratis

"Infrastruktur itu dikurangi dari segi anggaran, itu tidak berarti infrastruktur dinomorduakan. Cuma strateginya adalah bahwa itu akan ke private sector ada yang namanya PPP, KPBU, pola-pola seperti itu yang mau digiatkan," ujar Thomas dalam dalam acara IDN Times: Menavigasi Ekonomi Global, Strategi untuk 2025, Rabu (15/1).

Sementara itu, APBN difokuskan untuk program jangka panjang yang tidai bersifat komersial.

Baca Juga: Ketua DPD Usul Zakat Jadi Sumber Pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis

Ia menambahkan, pemerintah harus mengambil peran utama dalam program-program prioritas yang bersifat non-komersial, seperti program MBG, lumbung pangan hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

"Quick win ini semua non commercial items. Siapa yang peran di situ? Pemerintah. Kita jangan mengharapkan swasta di sini, itu tugas pemerintah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×