kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Demi 'kartu sakti', NTT perbaikan jaringan telko


Selasa, 04 November 2014 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Penyebab benjolan di leher. TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tiga 'kartu sakti' yang diluncurkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo dapat dicairkan dengan menggunakan sim card telpon genggam. Hal tersebut membutuhkan jaringan telekomunikasi yang baik.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya pun bertekad untuk memperbaiki sistem dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya agar penggunaan ketiga kartu tersebut menjadi maksimal. Frans menjelaskan, di bagian daerah terpencil di NTT, sinyal komunikasi memang masih belum benar-benar memadai. Masih ada beberapa daerah yang sinyalnya tidak kuat, atau bahkan tidak memiliki sinyal sama sekali.

"Akan kita dorong supaya jaringan lebih merata," kata Frans usai menghadiri Rakornas Kabinet Kerja Tahun 2014 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (4/11).

Menurut Frans, membangun jaringan telekomunikasi di wilayah kepulauan seperti NTT bukan hal yang mudah. Butuh usaha ekstra dibandingkan memasang jaringan di wilayah daratan biasa. Namun, kata dia, pemerintah NTT akan mengupayakan yang terbaik.

"Saya selalu percaya kalau ada kesulitan mesti bisa diatasi," ujar politisi PDI-P

ini. Untuk data penduduk yang berhak menerima Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera, Frans mengaku pemprov NTT akan mengoptimalkan data yang disediakan oleh Badan Pusat Statistik.

"Yang kompeten untuk data itu adalah BPS," ucapnya. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×