kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Deflasi jadi momentum tepat naikkan harga BBM


Senin, 03 Juni 2013 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. 2 Cara cek saldo BRI lewat SMS Banking dan Call Center./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/11/2020.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi Mei 2013 sebesar 0,03% dan inflasi tahun kalender 2,3%. Sehingga, inflasi tahunan pada Mei 2013 tercatat sebesar 5,47%. Dengan kondisi itu, pemerintah semakin yakin untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menteri Keuangan RI, Chatib Basri mengatakan dengan terjadinya deflasi sebesar 0,03% di bulan Mei, Pemerintah yakin pihaknya mampu mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 2,4%. “Untuk menjaga inflasi, harus dilakukan upaya mitigasi untuk menjaga pasokan dan jalur distribusi bahan makanan,” ujar Chatib, Senin (3/6) di Gedung DPR RI Jakarta.

Adapun mengenai kenaikan harga BBM, Chatib mengaku Pemerintah sudah pastyi akan dilakukan. Mengenai waktunya kapan, semuanya akan tergantung keputusan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu Menteri Kordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa menambahkan,  kedepan yang akan diperhatikan oleh Pemerintah adalah mengantisipasi kenaikan harga menjelang tahun ajaran baru dan bulan puasa. Biasanya, pada saat itu tingkat konsumsi masyarakat akan meningkat. Tetapi ia optimis hal itu bisa dikendalikan dengan menjaga supply.

“Saya mendapat laporan, produksi bawang merag sudah cukup menjelang biulan Juni,” ujarnya. Atas dasar itu Hatta yakin di bulan Juni tingkat inflasi tidak akan melonjak, karena persoalan yang dihadapi saat ini adalah masalah pasokan. Berbeda dengan persoalan pada bulan sebelumnya, dimana kenaikan harga pangan lebih disebabkan karena kebijakan impor yang keliru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×