kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Deflasi Diperkirakan Berlanjut pada Februari 2025, tapi Inflasi Inti Meningkat


Jumat, 28 Februari 2025 / 18:30 WIB
Deflasi Diperkirakan Berlanjut pada Februari 2025, tapi Inflasi Inti Meningkat
ILUSTRASI. Deflasi diperkirakan akan berlanjut pada Februari 2025, ditunjukkan dengan adanya penurunan pada Indeks Harga Konsumen (IHK).ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Deflasi diperkirakan akan berlanjut pada Februari 2025, ditunjukkan dengan adanya penurunan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) alias deflasi 0,4% year on year, berkat diskon tarif listrik sebesar 50% serta penurunan harga pangan. 

Namun, di sisi lain, inflasi inti diprediksi akan mengalami peningkatan menjadi 2,5% year on year, yang menandakan adanya tantangan bagi perekonomian.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan bahwa penurunan IHK kali ini merupakan hasil dari efek dasar yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Ekonom Ini Proyeksi Deflasi Bulanan Berlanjut di Februari 2025, Dipicu Harga Pangan

“Inflasi tetap rendah, terutama karena efek dasar dari bulan lalu, menyusul penerapan diskon tarif listrik sebesar 50%,” ujar Andry kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2).

Diskon tersebut diterapkan untuk penggunaan listrik hingga 2.200 VA dan diharapkan dapat membantu menstabilkan harga.

Di sisi lain, diperkirakan akan ada deflasi tipis sebesar -0,04% pada bulan Februari 2025, yang menunjukkan perbaikan dari 0,76% pada bulan Januari.

“Deflasi didorong oleh penurunan harga pangan, dengan beberapa bahan pangan utama mengalami penurunan harga,” kata Andry.

Baca Juga: Deflasi Januari 2025 Capai 0,76%, Terburuk Sejak Agustus 1999

Beberapa komoditas seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit telah mengalami penurunan harga, yang berkontribusi pada stabilitas harga pangan.

Namun, tantangan tetap ada yakni inflasi inti yang diperkirakan meningkat menjadi 2,5% year on year.

“Kenaikan inflasi inti ini didorong oleh faktor-faktor seperti kenaikan harga emas perhiasan dan depresiasi rupiah,” tambahnya.

Dalam kondisi ini, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga yang terus terjadi.

Selanjutnya: Makan Bergizi Gratis Ditolak di Papua, Kepala BGN Sebut Belum Tahu Manfaatnya

Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (1/3): Cuaca Berawan Mendominasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×