kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Defisit transaksi berjalan membesar, ini empat faktor penyebabnya menurut Indef


Jumat, 09 Agustus 2019 / 19:30 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) naik menjadi US$ 8,4 miliar atau 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2019. Di kuartal I 2019, CAD tercatat senilai US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB.

Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, ada beberapa faktor yang menyebabkan defisit transaksi berjalan melebar.

Baca Juga: BI memproyeksikan defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun 2,8% dari PDB

Pertama, meningkatnya impor migas sepanjang kuartal II 2019 yang disebabkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat dan tidak diimbangi peningkatan produksi atau lifting minyak.

Kedua, faktor musiman di kuartal II 2019, yaitu beberapa perusahaan membagikan dividen. Dividen ini sebagian ditransfer investor ke luar negeri. Jadi ada arus uang yang keluar dari Indonesia.

Baca Juga: BI optimistis dana asing tetap mengalir ke pasar domestik dalam jangka panjang

Ketiga, kinerja ekspor Indonesia yang masih lemah, khususnya ke negara tujuan utama. Melambatnya permintaan karena dampak perang dagang dan juga naiknya hambatan dagang, menurunkan harga komoditas ekspor.

"Seperti saya lihat, beberapa di antaranya sawit dan karet. Outlook-nya belum pulih," kata Bhima kepada Kontan.co.id pada Jumat (9/8).




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×