kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.786   -44,00   -0,26%
  • IDX 8.165   33,17   0,41%
  • KOMPAS100 1.151   4,86   0,42%
  • LQ45 832   2,72   0,33%
  • ISSI 290   1,66   0,58%
  • IDX30 432   1,56   0,36%
  • IDXHIDIV20 519   0,67   0,13%
  • IDX80 129   0,47   0,37%
  • IDXV30 141   0,06   0,04%
  • IDXQ30 141   0,34   0,24%

Bank Indonesia Masih Buka Opsi Pemangkasan BI-Rate, Ini Pertimbangannya


Rabu, 19 November 2025 / 16:30 WIB
Bank Indonesia Masih Buka Opsi Pemangkasan BI-Rate, Ini Pertimbangannya
ILUSTRASI. BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/04/2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025.

Sebagaimana diketahui, BI-Rate telah turun sebesar 150 basis poin (bps), yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75% hingga Oktober 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, ke depan BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut  dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Kembali Meningkat, Begini Dampaknya ke Ekonomi

“Nah tentu saja ini akan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan ekonomi domestik ke depan yang sering diistilahkan dengan data dependent. Pada saat ini kami memandang fokus kami adalah pada stabilitas, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (19/11/2025).

Perry menegaskan, kebijakan jangka pendek yang ditempuh adalah berfokus pada stabilitas, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan agar perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan terhadap ketidakpastian global yang terus berlanjut.

Ia menyebut bahwa kondisi global sempat membaik karena adanya perundingan terkait kebijakan tarif, namun dalam dua bulan terakhir ketidakpastian kembali meningkat akibat terjadinya government shutdown Amerika Serikat (AS) yang terlama dalam sejarah, inflasi AS yang belum juga turun, serta penurunan suku bunga The Fed yang lebih kecil dari prediksi atau dinilai kurang dovish.

Baca Juga: BI Rate Tetap 4,75%, Berikut Pernyataan Lengkap Gubernur BI

Ia juga menambahkan bahwa ketidakpastian di berbagai belahan dunia, baik yang terkait ekonomi maupun faktor lainnya, turut memperburuk situasi tersebut.

“Sehingga fokus kami jangka pendek stabilitas nilai tukar rupiah sambil memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan pelonggaran kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada 18 November 2025 tercatat sebesar Rp 16.735 per dolar AS, atau melemah 0,69% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Oktober 2025. Pelemahan ini sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×