kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Defisit transaksi berjalan 2014 akan lebih rendah


Senin, 14 Juli 2014 / 20:27 WIB
ILUSTRASI. 5 Nutrisi yang Harus Dipenuhi untuk Mendapatkan Kulit Lembab dan Glowing


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kondisi current account deficit atawa defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun 2014 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Meskipun lebih baik, pengurangan defisitnya diakui Bank Indonesia (BI) tidak besar.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan defisit transaksi berjalan pada 2014 akan ada di kisaran 3% dari PDB. Untuk nominalnya sendiri, Agus masih enggan memberitahu.

Defisit pada tahun 2012 sebesar US$ 24 miliar atau 2,71% dari PDB. Kemudian meningkat pada tahun 2013 menjadi US$ 29,09 miliar atau sebesar 3,33% dari PDB.

"Kita harapkan lebih rendah defisitnya pada tahun ini," ujar Agus, Senin (14/7). Menurut Agus, ada perbaikan namun tidak besar.

Hal tersebut dikarenakan  faktor ekspor yang tertekan karena harga komoditas turun. Sedangkan permintaan China melemah dan ekspor mineral yang masih belum juga terjadi. Sementara impornya sendiri, terutama impor minyak tetap saja tinggi dan cenderung meningkat.

Sebagai informasi, defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2014 sebesar US$ 4,19 miliar atau 2,06% dari PDB. Untuk triwulan II sendiri, BI memperkirakan defisit akan melonjak menjadi US$ 9 miliar atau sedikit di atas 4% dari PDB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×