kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Debt service ratio naik, ini kata ekonom Bank Permata


Selasa, 16 Februari 2021 / 16:25 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi utang. REUTERS/Darren Whiteside


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio pembayaran utang atau Debt Service Ratio (DSR) Tier-1 Indonesia di akhir kuartal IV-2020 tercatat sebesar 27,86%. Angka ini meningkat dari DSR tier-1 pada akhir kuartal III-2020 yang sebesar 25,83%. 

Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, peningkatan DSR tier-1 pada periode tersebut seiring dengan peningkatan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir 2020. 

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN Indonesia pada akhir kuartal IV-2020 sebesar US$ 417,5 miliar. Jumlah ini meningkat dari ULN pada kuartal III-2020 yang sebesar US$ 408,5 miliar. 

“Peningkatan DSR Tier-1 pada kuartal IV-2020 juga mengindikasikan bahwa laju peningkatan ULN Indonesia melampaui laju peningkatan dari hasil pembayaran ekspor,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (16/2). 

Baca Juga: BI perkirakan defisit transaksi berjalan ada di kisaran 1,0%-2,0% PDB pada tahun 2021

Bila menilik data statistik ULN Indonesia, DSR tier-1 di sepanjang tahun lalu sempat mengalami penurunan dari akhir tahun 2019 yang sebesar 26,9%. Pada kuartal I-2020, DSR tier-1 tercatat 26,56% dan kembali menurun pada kuartal II-2020 yang sebesar 25,22%. 

Baru pada kuartal III-2020 meningkat, diikuti dengan peningkatan pada kuartal IV-2020. Josua mengatakan, sejauh ini memang tidak ada batas atas maupun batas bawah dari DSR tier-1. Namun, bila trennya terus meningkat, perlu diwaspadai. 

“Karena bila terus meningkat, dikhawatirkan ini menjadi sinyal buruk untuk kondisi peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia,” tambah Josua. 

Namun, ia optimistis, di tahun 2021 DSR tier-1 akan cenderung menurun. Hal ini seiring dengan proyeksi peningkatan ekspor dan diikuti penurunan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Internasional maupun utang bilateral/multilateral. 

Hanya saja, penurunan DSR tier-1 ini masih akan cenderung terbatas. Pasalnya, masih ada potensi masuknya investor asing ke pasar keuangan Indonesia. 

Selanjutnya: Beban utang pemerintah membengkak di tengah merosotnya penerimaan pajak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×