kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Debat terakhir, KPU minta "grup hore" tak dibawa


Kamis, 03 Juli 2014 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI bersepakat untuk mengkaji ulang aturan gas murah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta tim calon presiden dan calon wakil presiden tidak lagi membawa suporter dalam debat terakhir kandidat Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, Sabtu (5/7/2014) mendatang. Debat cukup dihadiri tokoh pendukung capres saja.

"Mengenai debat, kami sudah evaluasi dengan pasangan calon, kami minta agar 'grup hore' tidak dibawa lagi. Kami minta lebih banyak tokoh yang dibawa, karena ini momennya penting," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR dengan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kompleks DPR, Jakarta Selatan, Kamis (3/7/2014).

Dia mengatakan, kehadiran tokoh masyarakat dalam debat penting untuk memberi dukungan dan motivasi pada kandidat yang berdebat. Selain itu, Husni juga meminta seluruh anggota Komisi II dapat hadir dalam debat yang akan diikuti capres dan cawapres itu.

KPU akan menggelar debat kelima kandidat Sabtu (05/07/2014) mendatang di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat. Debat itu akan mengangkat tema "Pangan, Energi dan Lingkungan". (Deytri Robekka Aritonang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×