kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Daya tahan APBN diprediksi akan mulai goyah pada April 2020 ini


Jumat, 17 April 2020 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat pelantikan Kepala BKF di Jakarta (3/4/2020).


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 76,4 triliun sepanjang Januari-Maret 2020.

Angka tersebut setara dengan 0,45% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pencapaian tersebut cukup baik jika dibandingkan dengan realisasi defisit anggaran pada kuartal I-2019 senilai Rp103,1 triliun atau setara 0,65% dari PDB.

Baca Juga: Ini besaran penghematan yang dilakukan pemerintah pasca pangkas alokasi THR

Meski demikian,Ekonom Institute Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Alexander Sugandi menyampaikan bahwa daya tahan APBN tidak akan terulang pada bulan ini.

“Mestinya defisit melebar di kuartal II-2020  karena pemerintah akan belanja banyak untuk mengatasi Covid-19 dan memitigasi dampak ekonominya,” kata Eric kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4).

Adapun total tambahan belanja negara dalam rangka penanggulangan Covid-19 dialokasikan sebanyak Rp 255,1 triliun. Uang tersebut untuk anggaran kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan industri.

Baca Juga: Belanja pemerintah pusat hingga Maret naik 6,6%, untuk apa saja?

Sementara itu, kata Eric penerimaan negara menginjak bulan April ini tentu akan berat karena harga minyak yang rendah. Di pasar spot harga minyak jenis brent, hari ini masih bertengger di level US$ 28 per barel.

Jauh dari prediksi harga minyak Indonesia atau CPI yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2020 seharga US$ 63 per barel.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×