kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Data korban banjir di tiga provinsi, 67 orang meninggal dan 1 hilang


Selasa, 07 Januari 2020 / 11:34 WIB
ILUSTRASI. Sebuah truk mengevakuasi kendaraan yang terkena bencana banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (2/1).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Enam hari pasca-banjir yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, tercatat sebanyak 67 jiwa melayang dan 1 orang dinyatakan hilang.

"Korban meninggal sebanyak 67 orang," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kemenko PMK, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Menko PMK pimpin rapat penanggulangan banjir di tiga provinsi

Muhadjir mengatakan, berdasarkan data BNPB, bencana banjir dan longsor menyebabkan 293 kelurahan dan 74 kecamatan terdampak.

Sementara, jumlah pengungsi di wilayah Jabodetabek dan Banten menembus angka 35.502 jiwa. Ia mengatakan bahwa penanggulangan bencana dilakukan sejak 1 Januari 2020 melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Adapun sebaran data korban di masing-masing wilayah, di antaranya jumlah pengungsi di DKI Jakarta sebanyak 3.685 jiwa dan meninggal dunia 16 orang. Kemudian di Jawa Barat, 15.400 jiwa mengungsi dan 31 orang meninggal dunia. Sedangkan, jumlah pengungsi di Banten mencapai 16.821 jiwa, 20 orang meninggal dunia dan satu hilang.

Baca Juga: Jokowi akhirnya berkunjung di Sukajaya setelah sempat gagal mendarat




TERBARU

[X]
×