kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.181   22,00   0,12%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

BPS: Kinerja Ekspor Naik Menjadi US$ 27,59 Miliar Pada September 2026


Senin, 02 November 2026 / 11:49 WIB
BPS: Kinerja Ekspor Naik Menjadi US$ 27,59 Miliar Pada September 2026
ILUSTRASI. Kontan - PressRelease.id. Kegiatan Bongkar Muat Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya. (Dok. Pelindo/Pelindo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) kinerja ekspor pada September 2026 mencapai US$ 27,59 miliar, atau naik 11,87% year on year (yoy) atau dibandingkan September 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kinerja ekspor tersebut utamanya didorong oleh ekspor non minyak dan gas (migas) yang mencapai US$ 26,64 miliar, atau naik 12,39% yoy.

Sementara itu, kinerja ekspor migas hanya mencapai US$ 0,95 miliar atau turun 0,99% yoy.

Baca Juga: Inflasi Inti dan Inflasi Harga Diatur Pemerintah Kompak Naik pada Oktober 2026

“Kinerja ekspor September 2026 mencapai US$ 27,59 miliar,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Adapun Ateng membeberkan, kenaikan nilai ekspor non migas pada September 2026 secara tahunan utamanya didorong oleh kenaikan pada beberapa komoditas, diantaranya lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) naik 89,04% yoy, dengan andil 8,47% yoy terhadap kenaikan total ekspor.

Komoditas lainnya yakni, tembaga dan barang daripadanya (HS 74) naik 165,97% yoy, dengan andil 1,64% terhadap kenaikan total ekspor.

Kemudian, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) naik sebesar 24,37% yoy, dengan andil terhadap total kenaikan ekspor 1,61% yoy.

Lebih lanjut, kinerja ekspor secara kumulatif atau sejak Januari hingga September 2026 mencapai US$ 221,23 miliar atau naik  5,58% dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 209,55 miliar.

Ateng membeberkan, andil utama peningkatan nilai ekspor tersebut didorong industri pengolahan sebesar 7,15% terhadap kenaikan total keseluruhan ekspor. 

Baca Juga: Pembalut Belum Bebas PPN, DJP Ungkap Alasan dan Ketentuan Pajaknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×