Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi sebesar 0,22% month to month (mtm) pada Oktober 2026, atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,30% mtm.
Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,23% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,28% yoy. Namun inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) mencapai 2,40%, meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,17%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, pada periode tersebut terjadi kenaikan IHK dari 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.
Baca Juga: Pembalut Belum Bebas PPN, DJP Ungkap Alasan dan Ketentuan Pajaknya
“Kelompok pengeluaran pendorong inflasi bulanan terbesar pada makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi 0,51% mtm,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Adapun kelompok makanan, minuman dan tembakau ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,15% mtm.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil inflasi 0,13% mtm, cabai rawit dengan andil inflasi 0,05% mtm, serta tomat dengan andil inflasi 0,04% mtm, menyusul sawi hijau atau cipang, serta sawi putih atau pecai dengan andil inflasi masing-masing 0,01% mtm.
Lebih lanjut, komoditas lainnya yang juga memberikan andil inflasi dominan utamanya adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,01% mtm.
Pada Oktober 2026, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,06% mtm, dengan andil deflasi 0,01% mtm.
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada kelompok ini adalah, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,01% mtm,” ungkapnya.
Baca Juga: Impor Melonjak, Surplus Neraca Dagang pada September Diproyeksi Menyusut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














