kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Darmin: Rupiah lemah masih akan berlanjut


Selasa, 24 Juli 2018 / 21:00 WIB
Darmin: Rupiah lemah masih akan berlanjut
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa pelemahan rupiah tampaknya masih akan berlanjut. Hal ini disebabkan oleh normalisasi kebijakan moneter The Fed.

“Saya sering ditanya rupiah melemah lagi. Memang belum berhenti proses masih berjalan,” kata Darmin di Gedung Pusdiklat Kemlu, Jakarta, Selasa (24/7).

“Tahun ini saja rencananya The Fed akan menaikkan tingkat bunga dua kali lagi. Ya, mesti naik lagi. Tingkat bunga dia. Bank sentral kita juga pasti akan naikkan tingkat bunga,” lanjutnya.

Dengan demikian, menurut Darmin, tidak heran bahwa rupiah melemah. Namun, rupiah yang lemah ini menurut dia ada bagus dan jeleknya.

Bagusnya, kata Darmin, barang-barang dari Indonesia di luar negeri semakin murah. “Jadi, sebenarnya respon pertama kita adalah bagaimana ekspor banyak-banyak karena satu dolar harga satu barang tadinya Rp 13.000 sekarang jadi Rp 14.400,” ujarnya.

Sementara itu, jeleknya adalah harga barang-barang yang diimpor semakin mahal. Namun, Indonesia tidak bisa tidak mengimpor karena banyak barang tidak diproduksi di salam negeri, khususnya barang modal dan bahan baku.

“Jadi, jeleknya adalah kita membeli produk dari luar semakin mahal. Nah, situasi yang kita alami sekarang adalah gejala yang bisa-bisa berlanjut,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×