kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Dari kalangan politisi banyak kaum profesional yang layak jadi menteri Jokowi


Kamis, 04 Juli 2019 / 16:33 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah politisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan setuju bila menteri yang akan diangkat Jokowi pada periode keduanya memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Kendati demikian, mereka menegaskan di kalangan politisi banyak juga profesional yang layak jadi menteri.

"Ada akademisi, pengusaha, dan teknokrat kombinasi pas, dari partai juga banyak yang profesional," ujar politisi PDIP Maraurar Sirait saat diskusi di DPR, Kamis (4/7).

Sejalan dengan itu, politisi partai Golkar Mukhamad Misbakhun juga menekankan bahwa menteri Jokowi - Ma'ruf ke depan harus memiliki profesionalisme.

Namun, profesionalisme tersebut tidak menutup kemungkinan berasal dari partai politik. Walau begitu Misbakhun bilang sebagian besar partai politik pendukung tidak menjadi patokan menentukan jumlah menteri di kabinet.

"Partai mayoritas pendukung tidak menjadi syarat, profesionalisme jadi penting karena tolak ukurnya kinerja," terang Misbakhun.

Menteri yang ada di kabinet nanti harus mampu menunjukkan kinerja yang baik sesuai perintah presiden. Bahkan Misbakhun bilang, calon menteri harus mengajukan proposal kepada presiden untuk melihat visi dan kerjanya.

Sementara jumlah menteri yang duduk di kabinet merupakan hak presiden sepenuhnya. Anggota partai politik hanya menjalankan tugas bila ditunjuk menjadi menteri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×