kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Dari kalangan politisi banyak kaum profesional yang layak jadi menteri Jokowi


Kamis, 04 Juli 2019 / 16:33 WIB


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejumlah politisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan setuju bila menteri yang akan diangkat Jokowi pada periode keduanya memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Kendati demikian, mereka menegaskan di kalangan politisi banyak juga profesional yang layak jadi menteri.

"Ada akademisi, pengusaha, dan teknokrat kombinasi pas, dari partai juga banyak yang profesional," ujar politisi PDIP Maraurar Sirait saat diskusi di DPR, Kamis (4/7).

Sejalan dengan itu, politisi partai Golkar Mukhamad Misbakhun juga menekankan bahwa menteri Jokowi - Ma'ruf ke depan harus memiliki profesionalisme.

Namun, profesionalisme tersebut tidak menutup kemungkinan berasal dari partai politik. Walau begitu Misbakhun bilang sebagian besar partai politik pendukung tidak menjadi patokan menentukan jumlah menteri di kabinet.

"Partai mayoritas pendukung tidak menjadi syarat, profesionalisme jadi penting karena tolak ukurnya kinerja," terang Misbakhun.

Menteri yang ada di kabinet nanti harus mampu menunjukkan kinerja yang baik sesuai perintah presiden. Bahkan Misbakhun bilang, calon menteri harus mengajukan proposal kepada presiden untuk melihat visi dan kerjanya.

Sementara jumlah menteri yang duduk di kabinet merupakan hak presiden sepenuhnya. Anggota partai politik hanya menjalankan tugas bila ditunjuk menjadi menteri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×