kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.880   21,26   0,24%
  • KOMPAS100 1.218   0,24   0,02%
  • LQ45 860   -0,02   0,00%
  • ISSI 320   -0,34   -0,10%
  • IDX30 440   -2,14   -0,48%
  • IDXHIDIV20 512   -4,06   -0,79%
  • IDX80 135   0,05   0,04%
  • IDXV30 141   -0,22   -0,15%
  • IDXQ30 141   -0,91   -0,64%

Danantara Pastikan Suntikan Dana ke Proyek Sampah Jadi Listrik, Ini Skemanya


Selasa, 04 November 2025 / 12:30 WIB
Danantara Pastikan Suntikan Dana ke Proyek Sampah Jadi Listrik, Ini Skemanya
ILUSTRASI. Danantara pastikan akan suntik dana pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan akan menyuntik dana pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE).

Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan Danantara akan menyuntikkan dana melalui ekuitas (equity financing).

"Kita akan suntikan dana, dari sisi equity, kita bikin JV (Joint Venture) bersama-sama dengan konsorsium. Yang paling penting pendanaan equity, kita fokus pada 7 tempat yang sudah disebutkan Menko Pangan," ungkap Pandu di Wisma Danantara, dikutip Selasa (4/11/2025).

Sayangnya, Pandu belum bisa menyebutkan jumlah equity, yang akan disokong Danantara pada proyek ini.

Baca Juga: 24 Perusahaan Potensial Garap PLTSa Mayoritas Asing, Ini Alasan Danantara

"Jumlah equity-nya kita sebut kalau sudah selesai," kata dia.

Asal tahu saja, pada tahap pertama ini menyasar 7 daerah untuk lebih dulu dikembangkan pembangkit sampahnya. Ketujuh daerah tersebut adalah Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bogor, Tangerang Raya, Semarang, Bekasi Raya, serta Medan Raya.

"Ada dua konsep, untuk ekonomi return dari kita memang harus return yang layak. Lalu, social economic return,  bagaimana kita bisa mengurangi masalah lingkungan hidup," tambah Pandu.

Dalam pengembangan PLTSa, Pandu bilang dibutuhkan Rp 2,5 - Rp 3,2 triliun untuk pengembangan satu PLTSa dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari.

"We can only do it kalau misalkan Internal Rate of Return (IRR)-nya masuk, itu sudah dihitung secara project, perhitungan kita high single digit secara dollar," jelas Pandu.

Adapun, dalam catatan Kontan sebelumnya, Danantara mengumumkan akan melakukan tender pertama atas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Kamis, 6 November 2025 mendatang.

Baca Juga: Lotte Chemical Gandeng Danantara Tawarkan 35% Saham Proyek Petrokimia di Cilegon

Managing Director Investment Danantara Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan bahwa lelang ini adalah lelang batch pertama atas 7 wilayah paling potensial.

"Kemenko Pangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara cepat langsung menyiapkan atau melakukan review terhadap kota, sudah keluar 7 kota pertama, dan ini nanti jalan terus (kota-kota selanjutnya)," ungkap Stefanus.

Danantara tambah dia, juga telah mengumumkan 24 perusahaan yang masuk dalam Daftar Penyedia Terpilih (DPT). Kemudian, semuanya diwajibkan membuat konsorsium untuk mengikuti tender lanjutan PLTSa.

"Dari DPT itu, kita akan minta untuk mencari partner lokal juga, untuk konsorsium. Tanggal 6, kita buka dengan 7 city (kota) masing-masing kota itu akan ada vendor masing-masing. Jadi, bisa ada 7 konsorsium yang menang, kita juga nggak mau satu konsorsium menang terlalu banyak," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×