kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Danantara Jajaki Kerja Sama Migas Hingga Kelistrikan Hijau dengan Abu Dhabi


Minggu, 18 Januari 2026 / 12:28 WIB
Danantara Jajaki Kerja Sama Migas Hingga Kelistrikan Hijau dengan Abu Dhabi
ILUSTRASI. Gedung Danantara (KONTAN/Adrianus Octaviano) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menjaring peluang investasi di level global. ?


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menjaring peluang investasi di level global. Teranyar, Danantara melakukan safari bisnis ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjajaki kerja sama strategis mulai dari sektor kelistrikan hijau hingga minyak dan gas bumi (migas).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia di peta investasi dunia. Dalam kesempatan itu, Pandu bertemu dengan sejumlah tokoh dan petinggi industri di UEA.

Salah satu agendanya adalah pertemuan dengan Ajay Bhatia, CEO Sirius International Holding. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menjajaki potensi kerja sama di bidang energi terbarukan atau kelistrikan hijau.

Baca Juga: KNKT: ELT Pesawat ATR yang Hilang Kontak Rusak Akibat Menabrak Lereng Gunung

"Ketika berdiskusi dengan Ajay Bhatia, CEO Sirius International Holding, kami membahas potensi kerja sama di bidang kelistrikan hijau," ujarnya dikutip dari akun Instagram pribadinya @pandusjahrir, Minggu (18/1/2026).

Tak hanya energi hijau, Danantara juga melirik penguatan ketahanan energi nasional melalui diskusi dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Pandu bertemu langsung dengan Klaus Froehlich, CIO ADNOC, untuk membahas potensi kolaborasi di sektor migas.

"Kami membahas potensi kerjasama antara ADNOC dan Danantara Indonesia di bidang migas dan ketahanan energi," terangnya.

Selain pertemuan bisnis, Pandu juga berkesempatan bertemu dengan His Highness Sheikh Mohammed bin Khalifa bin Zayed al Nahyan sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Danantara di Timur Tengah.

Pandu menegaskan, Danantara berperan sebagai lokomotif investasi yang mengincar peluang berdampak besar bagi ekonomi dalam negeri. Ia mematok standar tinggi dalam setiap kesepakatan investasi yang akan diambil.

"Setiap investasi yang kami lakukan harus bisa menghasilkan dua hal: commercial returns dan economic returns," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjamin bahwa setiap langkah ekspansi global ini akan tetap mengedepankan aspek tata kelola (governance) yang ketat. Prinsip kehati-hatian menjadi kunci agar investasi tersebut mampu membawa Indonesia melompat mencapai potensi terbaiknya.

"Kami senantiasa mengedepankan aspek proses, tata kelola, dan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah yang kami ambil," pungkasnya.

Baca Juga: KPK Buka Suara Soal Rencana Pemerintah Bangun Rusun di Meikarta

Selanjutnya: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (19/1), Ini Proyeksi Analis

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×