kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dana pinjaman Kementerian Pertahanan baru cair Rp 600 M


Minggu, 07 November 2010 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Jatah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk menambah kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa pinjaman dalam negeri sebesar Rp 800 miliar di tahun 2010 baru terealisasi sebesar Rp 600 miliar, atau 75% dari total jatah pinjaman. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan hal itu akhir pekan lalu.

Dana tersebut diperoleh dari pinjaman kepada Bank BNI 46. "Pemerintah memang sedang memprioritaskan pendanaan lewat pinjaman dalam negeri," ujarnya.

Dana sebesar Rp 600 miliar dipergunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku dari industri nasional. Di antaranya membeli senjata serbu varian terbaru SS1 dan SS2 untuk TNI Angkatan Darat, pesawat CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang dilengkapi radar pengintai serta sonar untuk TNI Angkatan Laut, dan helikopter Super Puma 332 untuk TNI Angkatan Udara.

Namun Purnomo menolak menyebutkan jumlah detilnya karena masih proses pengadaan.

Sisa jatah Rp 200 miliar yang akan diperoleh dari bank-bank nasional lainnya diharapkan bisa cair sebelum akhir 2010. "saat ini kami sedang sibuk-sibuknya mengusahakan agar dana tersebut bisa cair," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×