kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.921   10,00   0,06%
  • IDX 6.418   83,12   1,31%
  • KOMPAS100 847   11,77   1,41%
  • LQ45 638   5,68   0,90%
  • ISSI 221   3,45   1,58%
  • IDX30 359   2,35   0,66%
  • IDXHIDIV20 442   1,18   0,27%
  • IDX80 96   1,23   1,29%
  • IDXV30 120   0,81   0,68%
  • IDXQ30 115   0,49   0,43%

Dahlan: Saya ragu BUMN akan gunakan hedging valas


Kamis, 16 Oktober 2014 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Peria atau yang lebih dikenal dengan nama Pare adalah jenis buah yang terkenal akan rasa pahitnya Wichaiwish/Shutterstock


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku ragu perusahaan pelat merah atau BUMN akan antusias melakukan hedging atau lindung nilai valuta asing, walau sudah ada SOP yang dikeluarkan. Untuk itu, dia meminta adanya mekanisme sendiri yang mendorong BUMN melakukan hedging valas.

"Harus ada satu mekanisme tersendiri untuk membuat teman-teman antusias," ujar Dahlan di Jakarta, Kamis (16/10).

Berbeda dengan BUMN, perusahaan swasta memiliki keharusan untuk hedging karena kalau tidak perusahaan akan rugi. Menurutnya, iklim usaha seperti di swasta masih sulit terjadi di BUMN.

Dahlan mengatakan, dirinya sedang memikirkan cara yang bisa digunakan untuk memaksa BUMN melakukan hedging tanpa ketakutan dengan risiko hukum.

"Sekarang terus terang belum terpikirkan. Bagaimana caranya menstimulus langsung hedging. Bagi BUMN ini kan barang yang baru," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×