kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Dahlan: Saya ragu BUMN akan gunakan hedging valas


Kamis, 16 Oktober 2014 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Peria atau yang lebih dikenal dengan nama Pare adalah jenis buah yang terkenal akan rasa pahitnya Wichaiwish/Shutterstock


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku ragu perusahaan pelat merah atau BUMN akan antusias melakukan hedging atau lindung nilai valuta asing, walau sudah ada SOP yang dikeluarkan. Untuk itu, dia meminta adanya mekanisme sendiri yang mendorong BUMN melakukan hedging valas.

"Harus ada satu mekanisme tersendiri untuk membuat teman-teman antusias," ujar Dahlan di Jakarta, Kamis (16/10).

Berbeda dengan BUMN, perusahaan swasta memiliki keharusan untuk hedging karena kalau tidak perusahaan akan rugi. Menurutnya, iklim usaha seperti di swasta masih sulit terjadi di BUMN.

Dahlan mengatakan, dirinya sedang memikirkan cara yang bisa digunakan untuk memaksa BUMN melakukan hedging tanpa ketakutan dengan risiko hukum.

"Sekarang terus terang belum terpikirkan. Bagaimana caranya menstimulus langsung hedging. Bagi BUMN ini kan barang yang baru," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×