kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

CT: Kenaikan harga pangan tak bisa dihindari


Selasa, 10 Juni 2014 / 14:29 WIB
CT: Kenaikan harga pangan tak bisa dihindari
ILUSTRASI. Jangan Salah, Begini Cara Menghadapi Pasangan yang Cemburu dengan Tepat.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga kebutuhan bahan pangan menjelang bulan Ramadan memang selalu mengalami kenaikan. Hal tersebut pun menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung sesuatu yang tidak bisa dihindari.

"Setiap mau Ramadan dan Lebaran kebutuhan meningkat, harga juga naik. Kita tidak bisa hindari itu," kata Chairul, sebelum rakor stabilitas bahan pangan di Kemenko, Jakarta, Selasa (10/6).

Menurutnya, dalam hal ini pemerintah hanya bisa menjaga stabilitas harga pangan agar harganya naik dengan wajar dan tidak membebani rakyat.

Seperti diketahui bahwa saat ini beberapa harga pangan telah mengalami kenaikan. Salah satunya adalah bawang merah. Harga bawang merah saat ini sekitar Rp 24.000 per kilogram.

Kementerian Perdagangan memastikan pada dua minggu mendatang harga tak akan lebih tinggi dari harga referensi Rp 27.500 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×