kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

CORE prediksi neraca perdagangan masih surplus meski kinerja ekspor menurun


Senin, 14 Oktober 2019 / 15:26 WIB
ILUSTRASI. Center of Reform on Economics (CORE) prediksi neraca perdagangan masih surplus meski kinerja ekspor menurun


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih akan surplus pada September 2019. Surplus diperkirakan akan berada di kisaran US$ 100 juta.

Menurut Ekonom CORE Yusuf Rendy, meski terjadi surplus pada bulan tersebut, rupanya bukan berarti didorong oleh ekspor yang lebih ekspansif. "Sama seperti bulan sebelumnya, hal ini disebabkan oleh kontraksi impor lebih dalam daripada penurunan kinerja ekspor," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (13/10).

Yusuf menambahkan, rupanya masih belum ada perbaikan dari kinerja ekspor. Nilai ekspor diprediksi akan sebesar US$ 12,9 miliar atau menurun sebesar 9% (mom). Ini lebih dalam dari penurunan ekspor pada bulan Agustus 2019 yang sebesar 7,6% (mom).

Baca Juga: Tumbuh Melesat, outstanding SMI tembus Rp 58,48 triliun per September 2019

Sementara itu, impor pada bulan September 2019 juga diprediksi akan merosot lebih dalam, yaitu dengan nilai sebesar US$ 12,8 miliar atau menurun sebesar 9,5% (mom), sementara pada bulan sebelumnya penurunan hanya sebesar 8,5% (mom).

Penurunan kinerja ekspor dan impor ini menurut Yusuf adalah pola seasonal. Selain itu, untuk kinerja impor sendiri, ada juga pengaruh dari Prompt Manufacturing Index (PMI) yang menurun pada kuartal III-2019 ini.

"Ketika ada penurunan PMI, industri manufaktur biasanya akan menahan ekspansi dan menekan laju impor," tambah Yusuf.

Baca Juga: Jurus Bupati Pandeglang Irna Narulita mendorong pariwisata selepas tsunami tahun lalu

Untuk selanjutnya, Yusuf memprediksi neraca perdagangan akan kembali defisit pada Oktober 2019, dan defisit akan terus meningkat hingga akhir tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh pola tahunan, yaitu peningkatan permintaan barang menjelang Natal dan Tahun Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×