kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.045   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.718   -121,56   -2,08%
  • KOMPAS100 755   -16,48   -2,14%
  • LQ45 568   -12,96   -2,23%
  • ISSI 200   -3,01   -1,48%
  • IDX30 321   -7,65   -2,33%
  • IDXHIDIV20 396   -10,29   -2,53%
  • IDX80 85   -1,85   -2,12%
  • IDXV30 108   -3,38   -3,04%
  • IDXQ30 104   -2,40   -2,26%

China dan Myanmar disebut kuasai sindikat peredaran Narkoba


Jumat, 14 Februari 2020 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut menyusun barang bukti pil esktasi saat gelar kasus, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/8).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Eko Daniyanto menuturkan, kebanyakan narkoba di dunia, termasuk Indonesia, berasal dari China dan Myanmar.

Hal itu diungkapkan Eko saat ditemui di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: Sinergi Bea Cukai BNN dan Polisi tangkap pengedar narkoba

"Sekarang ini dunia dikuasai oleh dua kekuatan besar, China dengan Myanmar. Sekarang lebih banyak dari Myanmar. Makanya sekarang sindikat bagaimana berkolaborasi dengan sindikat yang lain untuk masuk ke Indonesia atau ke Malaysia," ungkap Eko.

Menurutnya, sindikat pengedar narkoba tersebut menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Eko mengatakan, Indonesia masih menjadi tujuan utama para bandar tersebut yang menggunakan Malaysia sebagai jalur transit.

Baru-baru ini, modus yang dilakukan adalah menggunakan mainan anak. "Sekarang dia menggunakan bola. Kalau kita pegang itu semacam bola mainan anak-anak. Kalau dipukul dia nyala tapi dalamnya adalah sabu cair," ujarnya.

Baca Juga: Rutan Kabanjahe rusuh, anggota Polisi dan TNI evakuasi tahanan

Modus penyelundupan tersebut diakuinya bukan yang pertama kali. Ketika ia menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, kasus serupa pernah diungkap di tahun 2019.

Menurutnya, masih sulit membedakan antara mainan anak berbentuk bola tersebut dengan mainan yang telah diisi sabu cair. Namun, kata Eko, aparat akan mendeteksi dan mengecek benda-benda yang dicurigai sebagai medium penyelundupan narkoba.

Baca Juga: Lucinta Luna terancam lima tahun penjara

Ia pun mengajak partisipasi masyarakat dalam memberantas peredaran barang haram tersebut. "Ini luar biasa, memang harus kita antisipasi semuanya dan masyarakat jangan diam diri. Jangan terlalu mengandalkan kita tetapi semua berpartisipasi," kata dia. (Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNN Sebut China dan Myanmar Kuasai Sindikat Peredaran Narkoba"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×